Bagikan ke Teman:

Masih banyak pertanyaan yang kerap kali muncul mengapa mamaikai celan cingkrang adalah sunah? Padahal masih banyak perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang hukum isbal. Jawabannya adalah karena dengan memakai celana cingkrang ini merupakan salah satu jalan keluar dari perselisihan para ulama. Mengapa demikian? Karena seperti yang kita ketahui jika tidak ada yang melarang memanjangkan kain sampai hanya sebatas mata kaki. Sementara jika menjulurkan kain atau celananya dibawah mata kaki ada kemungkinan terjadinya pelanggaran.

Ada yang mengatakan jika memakai celana cingkrang juga mendekatkan dari sifat sombong. Ketahuilah jika memakai celana cingkrang dengan niat ingin sombong, merasa paling benar, ingin terlihat bergaya bukan murni karena menjalankan apa yang di syariatkan Rasulullah tentunya Allah sangat melarangnya. Seprti firman hadist Rasulullah SAW:

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

من جر ثوبه خيلاء ، لم ينظر الله إليه يوم القيامة . فقال أبو بكر : إن أحد شقي ثوبي يسترخي ، إلا أن أتعاهد ذلك منه ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنك لن تصنع ذلك خيلاء . قال موسى : فقلت لسالم : أذكر عبد الله : من جر إزاره ؟ قال : لم أسمعه ذكر إلا ثوبه

Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’.Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya’. ”. (HR. Bukhari 3665, Muslim 2085)

Namun apa sebenarnya alasan mengapa laki-laki dianjurkan memakai celana cingkrang? Simak baik-baik ulasan berikut.

Lebih terjaga dari najis

Ketika beraktifitas menggunakan celana cingkrang di luar rumah akan lebih aman dan lebih terjaga dari najis yang mungkin menempel di celana. Ketika melewati tempat kotor yang memungkinkan najis menempel disana celan cingkrang dapat meminimalisir terkenanya najis. Lain halnya dengan memakai celana yang isbal atau terkesan menyapu jalan atau terinjak-injak maka akan berpeluang besar terkena najis.

Begitupun ketika buang air, dengan memakai celana cingkrang tentu akan memudahkan menaikkan celana hingga lebih terjaga dari cipratan najis. Namun jika celana terlalu panjang dan terinjak saat masuk ke toilet celana sudah terkena najis.

Terlihat rapi

Hmm.. mungkin untuk poin ini ada yang tidak sepakat, namun yang dilihat pria muslim yang mengenakan celana formal diatas mata kaki atau pas dimata kaki terlihat lebih rapi dibandingkan celana yang melebihi mata kaki. Dari segi lainnya seseorang dengan memakai celana diatas mata kaki atau tepat dimata kaki lebih bagus dipandang.

Tidak berlebihan

Memakai celana cingkrang menunjukkan jika tidak berlebihan dalam hal berpakaian. Artinya kain yang dipakai efektif dan efisien dengan kebutuhan terhadap celana yang dipakai dengan tujuan menutup aurat. Lain hal dengan memakai celana isbal yang panjanganya melebihi mata kaki maka dapat dipastikan ada bagian yang tidak akan bermanfaat apa-apa karena akan terkena najis.

Lebih bersih

Sudah dijelaskan jika celana cingkrang akan meminimalisir terkenanya najis pada celana, maka sudah dipastikan celana yang dipakai akan lebih bersih. Sudah diketahui bersama jika Allah mencintai kebersihan, apalagi saat beribadah tentunya pakaian yang dipakai haruslah yang terbebas dari najir dan kotoran.

Bagikan ke Teman:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here