Bagikan ke Teman:

Alasan Dilarangnya Memiliki Sifat Berlebihan dalam Islam

Berlebihan memang sifat yang dilarang oleh Allah SWT. Berlebihan (isrof) di sini adalah menambah lebih dari kadar secukupnya. Ada perbedaan antara isrof dan tabdzir. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu bukan pada jalan yang benar.” Mujahid mengatakan, “Seandainya seseorang menginfakkan seluruh hartanya dalam jalan yang benar, itu bukanlah tabdzir (pemborosan). Namun jika seseorang menginfakkan satu mud saja (ukuran telapak tangan) pada jalan yang keliru, itulah yang dinamakan tabdzir (pemborosan).”

Qatadah mengatakan, “Yang namanya tabdzir atau pemborosan adalah mengeluarkan nafkah dalam berbuat maksiat pada Allah, pada jalan yang keliru dan pada jalan untuk berbuat kerusakan.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 5: 68).

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata bahwa yang dimaksud boros ada dua pendapat di kalangan para ulama. Boros berarti menginfakkan harta bukan pada jalan yang benar. Ini dapat kita lihat dalam perkataan para pakar tafsir yang telah disebutkan di atas. Boros juga berarti penyalahgunaan dan bentuk membuang-buang harta. Abu ‘Ubaidah berkata, “Mubazzir (orang yang boros) adalah orang yang menyalahgunakan, merusak dan menghambur-hamburkan harta.” (Zaad Al-Masiir, 5: 27-28).

لَا يُصَلِّيَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الثَّوْبِ الْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقِهِ مِنْهُ شَيْءٌ

“Janganlah salah seorang di antara kalian shalat dengan satu pakaian hingga membuat pundaknya tidak ada kain satu pun yang menutupinya.” (HR. Muslim, no. 516 dan An-Nasa’i, no. 769). Pundak dalam hadits ini mesti ditutup, padahal pundak bukanlah aurat dengan sepakat ulama. Lihat Asy-Syarh Al-Mumthi’, 2: 150).

Ayat ini menunjukkan perintah untuk menutup aurat dalam shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Menutup aurat termasuk zinah (berhias) pada badan. Sebaliknya, membuka aurat berarti membuat badan dalam keadaan jelek dan hina. Demikian kata Syaikh As-Sa’di.

Berhias dengan pakaian juga yang dimaksud adalah memakai pakaian yang bagus dan bersih dari kotoran serta najis. Kita diperintahkan makan dan minum dari rezeki halal yang Allah berikan. Diperintah untuk makan dan minum asal tidak bertindak isrof (berlebihan dari kadar yang mencukupi). Kalau berlebihan saja tidak boleh apalagi makan dan minum yang sampai mencelakai badan. Kalau berlebihan saja tidak boleh apalagi sampai memakan yang haram.

Bagikan ke Teman:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here